Rabu, 26 Oktober 2016

Tugas individu halaman 56 (Menejemen Majalah Sekolah)

PUJI RAHAYU (A310130175/7B)
TUGAS INDIVIDU HALAMAN 56

1. Majalah dinding kelas berfungsi sebagai majalah dinding untuk kelas tertentu. Di manakah sebaiknya meletakkan majalah dinding kelas agar mudah dilihat dan bibaca oleh para siswa di setiap kelas?
Jawab:
Sebaiknya meletakkan majalah dinding kelas di depan perpustakaan, depan aula atau di depan ruang guru agar lebih mudah untuk dilihat dan dibaca oleh siswa.
2. Majalah stofmap folio dapat menutup keterbatasan majalah dinding sekolah, majalah dinding sekolah, majalah dinding kelas, atau majalah lain. Sebutkan empat keterbatasan majalah dinding!
Jawab:
a) Tidak semua siswa mendapat kesempatan untuk berlatih menulis, b) Tidak atau kurang mengembangkan daya apresiasi semua siswa lewat kegiatan membaca karena berbagai alasan seperti masalah oplah yang terbatas, kesempatan membaca hanya pada saat istirahat, c) Yang dipupuk dan dikembangkan lewat pengelolaan majalah dinding hanya sikap kerja sama, mengabaikan tipe siswa yang senang bekerja atau belajar secara mandiri, d) Karya kreasi siswa sulit sampai kepada orang tua, sulit sampai ke kelas-kelas lain, dan sulit berfungsi untuk melengkapi bahan koleksi bacaan di perpustakaan sekolah.
3. Majalah stofmap folio dapat menutupi keterbatasan majalah dinding. Sebutkan beberapa keunggulan majalah stofmap folio!
Jawab:
a) Membuka kesempatan bagi setiap siswa untuk secara bebas berkreasi sesuai dengan kemampuan masing-masing, b) Kepraktisan bentuk yang berkaitan lebih mudah dengan kegiatan belajar mengajar, c) Bahan dasarnya lebih mudah mencarinya dibandingkan dengan selembar papan/triplek, d) Dengan pengellaan yang baik menjadi bacaan di rumah sebagai bahan laporan siswa kepada orang tua, e) Bersifat fleksibel, f) Bisa digunakan dengan system buka-tutup seperti pada umumnya dan bisa rapi dalam susunan di rak buku untuk sewaktu-waktu ada keperluan, g) Bagian yang khas pada sampul depan yang tidak ada pada majalah dinding.
4. Bahan dasar yang fleksibel memudahkan modifikasi format majalah stofmap folio sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan selera. Sebutkan tiga format untuk membentuk majalah stofmap folio!
Jawab:
a) format dua halaman berukuran 36×48 cm, b) Format ramping berukuran 18×24 cm, dan c) Format diperbesar sesuai dengan kebutuhan.
5. Sebutkan empat karakteristik majalah cetak dari penampilan luar sampai dengan isi pernyataannya!
Jawab: a) Penampilan luar formal tidak ngepop, b) Bahasanya formal, c) Penyajian isi tuntas, mendalam dengan fakta dan analisis data, d) Sajian mirip dengan jenis majalah sekolah lain.

Tugas Individu 3 Puisi (Manajemen Majalah Sekolah)

Lupa
(Puji Rahayu)

Aku diantara kebimbangan
Antara disekat kata-kata
Lalu kita saling mencari senja
Hingga lupa menutup mata

Hujan turun tiba-tiba
Membalut gelam dan sunyi seketika
Aku diam tanpa jeda
Adakah kita sadar tanpa suara

Kau yang panas di kening
Dan dingin di kenang
Ada hati yang terluka
Ketika kau ingin ku lupa


Resah
(Puji Rahayu)

Resah yang ku rasa
Tatkala tak sesuai rasa
Ingin ku merasa
Apa yang kau rasa

Harapan ini terlalu sia-sia
Rindu ini hanya biasa
Apa yang ku rasa
Kau tak merasa

Ingin ku pergi saja
Tapi apa daya
Jika malam tak bercahaya
Jiwa tak beraga


Rancu
(Puji Rahayu)

Mulut tak bersuara
Jiwa tak beraga
Otak tak berada
Hati tak tertata

Mata terpejam
Apa yang terlihat
Naluri tidur
Mimpi yang nampak

Ini hanya sekumpulan orang bodoh
Yang hidup di kota mati
Berusaha mencari damai

Hanya dengan kemunafikan  

Tugas Individu Esay (Manejemen Majalah Sekolah)

Bahasa dan Negeri ku Terjajah (esai karya Puji Rahayu/A310130175)


Kita tinggal di Indonesia. Bahasa nasional yang di gunakan tentu bahasa Indonesia. Budayanya pun terkenal ramah tamah, sopan santun. Gotong royong salah satu cermin budaya Indonesia. Terdapat ragam budaya dari Sabang sampai Merauke. Banyak warga negara asing yang jatuh cinta dengan Indonesia. Bahkan bahasa Indonesia pun mulai di pelajari di luar negeri. Tak hanya bahasa, budayanya pun mulai dipelajari, salah satunya wayang. Tapi, bagaimana di Indonesia sendiri? Bagaimana dengan penerus bangsanya? Miris. Mungkin itu yang terlintas. Banyak kaum muda yang berlomba mengikuti tren kebarat-baratan. Sehingga sedikit demi sedikit budaya timur mulai terkikis oleh arus modern. Dapat dilihat dari tanyangan televisi yang ada saat ini, seperti “Anak Jalanan”. Tanyangan yang seharusnya tidak layak untuk di tonton malah mendapat apresiasi. Tanyangan yang melenceng dari norma-norma pun hanya di abaikan saja. Itu sudah merupakan salah satu penjajahan secara perlahan sejak dini. Mestinya sebagai penikmat hiburan, penonton dapat memilih tontotan yang layak ditonton dan tidak layak untuk ditonton, untuk menghindari pembodohan dini. Selain itu, bahasa anak muda sekarang, bukan bahasa Indonesia yang baik, melainkan bahasa alay. Bahasa yangtidak jelas tetapi mereka bangga menggunakannya. Selain bahasa alay, bahasa yang dibanggakan adalah bahasa Inggris. Memang tidak ada yang salah dengan bahasa Inggris. Kaum muda sekarang terutama Indonesia, mereka bangga bicara dengan bahasa asing daripada bahasa nasional mereka. Mereka mengganggap ketika mereka bicara dengan bahasa Inggris mereka terlihat keren. Tapi sebenarnya itu adalah hal memalukan. Kenapa? Ketika mereka belum pandai dengan bahasa Indonesia mereka malah sibuk belajar bahasa asing. Seharusnya mereka harus mempelajari bahasa Indonesia dengan benar terlebih dahulu barulah merka belajar bahasa asing. Hal itu juga dapat menjadi salah satu penjajahan sejak dini. Penjajahan lewat bahasa. Harusnya kaum muda sekarang harus lebih peduli akan hal tersebut. Tidak hanya kaum muda, tapi seluruh elemen masyarakat. Agar penjajajahan tersebut terhindarkan.

Tugas Individu cerpen (Manajemen Majalah Sekolah)


Tugas Individu halaman 37 (Menejemen Majalah Sekolah)

PUJI RAHAYU (A310130175/7B)
TUGAS INDIVIDU HALAMAN 37

11.  Sebutkan contoh-contoh rubrik opini, rubrik berita, dan rubrik hiburan!
Jawab:
Rubrik opini: tajuk rencana, pojok, karikatur, surat pembaca, artikel, silang pendapat, dan esai.
Rubrik berita: pengantar redaksi, berita, resensi buku, ruang ilmu dan teknologi, feature, apa dan siapa, kronik, dan kosakata.
Rubrik hiburan: puisi, cerita pendek, anekdot, kartun, kata-kata mutiara, dan vinyet.

22.  Apakah yang dimaksud tajuk rencana, karikartur, artikel dan esai?
Jawab:
Tajuk rencana adalah karangan khusus dalam bentuk ulasan yang singkat-padat dan agak formal. Berisi pandangan redaksi tentang peristiwa atau persoalan yang aktual, dan sedang menjadi pusat perhatian.
Karikartur adalah persoalan, peristiwa, situasi aktual yang divisualisasikan dalam bentuk gambar. Karikartur biasanya berkarakter lucu, menyindir, mengolok-olok, bahkan menyengat.
Esai adalah tulisan non fiksi yang menonjolkan keunikan pribadi penulis. Esai berbeda dengan artikel ilmiah, esai memberi tempat yang lapang kepada penulis untuk mendemonstrasikan sikap dan pandangan pribadi terhadap suatu hal dalam cara dan gaya pengungkapan yang khas.

33. Apakah yang dimaksud resensi buku, feature, apa dan siapa, kronik, dan kosakata?
Jawab:
Resensi adalah tulisan singkat mengenai buku yang berisi tentang keunggulan dan kelemahan buku, hal-hal menarik yang terdapat dalam buku maupun kritikan terhadap suatu buku yang ditulis di surat kabar atau majalah.
Feature adalah karangan khas yang khas yang berisi khiasan, yang berusaha melihat profil seseorang dengan pengungkapan yang menyentuh dan mengharukan. Kekhasan feature lebih menonjolkan  aspek-aspek manusiawi daripada profil tokoh.
Apa dan siapa adalah rubrik yang menyajikan informasi yang sangat singkat tentang tokoh populer dan peristiwa atau aktivitasnya dengan gaya tarik khusus sehingga menibulkan kesan lucu, spektakuler, aneh, mencengangkan, atau menarik perhatian
Kronik adalah laporan peristiwa atau kegiatan yang berdasarkan urutan watu kejadian. Rubrik ini bermanfaat untuk mengingat, mengenang, melihat kembali sesuatu yang pernah terjadi.
Kosakata adalah rubrik khusus untuk memuat daftar kata, istilah, atau ungkapan terbaru yang beredar di masyarakat atau di lingkungan tertentu dengan penjelasan artinya.

44.  Apakah yang dimaksud anekdot, kartun, kata-kata mutiara, an vinyet?
Jawab:
Anekdot adalah kisah atau cerita kecil jenaka tentang suatu peristiwa atau pengalaman kecil, remeh, lucu, aneh, unik, konyol, kadang-kadang tidak masuk akal, bahkan absrud, tetapi sungguh-sungguh terjadi.
Kartun adalah cerita lucu yang muncul dalam bentuk gambar atau serangkaian gambar yang kadang terselip sindiran dan kritik.
Kata-kata mutiara adalah kalimat atau serangkaian ungkapan yang mengandung falsafah atau kebijaksanaan hidup. Narasumbernya berasal dari orang yang bijaksana. Bahasa kata-kata mutiara terkesan puitis.
Vinyet adalah goresan atau potret kecil pada bidang tepi keliling halaman buku. vinyet berfungsi memperkaya isi majalah dan bahan pengisi ruang kosong sehingga citra majalah bertambah semarak.

55. Dalam rubrik ruang ilmu dan teknologi muncul artikel-artikel opini dengan artikel paparan. Apakah perbedaan isi antara artikel opini dengan artikel paparan? Jelaskan pendapat anda!
Jawab:

Isi artikel opini berupa pendapat/gagasan dari penulisnya, pendapat yang berdasarkan kepada fakta yang terjadi. Sedangkan isis artikel paparan berupa hasil/kenyataan dari sesuatu yang telah diuji dan disampaikan sebagai sebuah informasi.

Tugas Individu halaman 16 (Manejemen Majalah Sekolah)

PUJI RAHAYU (A310130175/7B)
TUGAS INDIVIDU HALAMAN 16

1.   Ciri majalah sekolah

a.       Majalah sekolah diterbitkan di lingkungan sekolah.
b. Upaya penerbitan majalah sekolah biasanya dikoordinasikan dalam satu seksi kegiatan estrakulikuler Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
c.       Sasaran utama pembaca majalah sekolah adalah siswa di lingkungan sekolah.
d.   Dari segi peryataan, majalah yang diterbitkan di lingkungan sekolah, isi peryataannya lebih mengutamakan kepentingan publikasi pendidikan dan pengajaran di sekolah.
e.       Penampilan majalah sekolah tidak porno.

2 2.  Majalah praremaja adalah majalah sekolah itu diterbitkan untuk dibaca oleh murid di lingkungan pendidikan dasar (berusia 6-13 tahun). Sedangkan majalah remaja adalah majalah sekolah itu dikelola untuk pembaca remaja (sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama) dan remaja sekolah menengah setingkat siswa SMU (berusia 13-21 tahun).

3 3.  Isi peryataan majalah sekolah anatara lain memuat kegiatan kurikuler di kelas (seperti berita ujian, bahan pelajaran baru, proses belajar mengajar, dan laporan praktikum) dan laporan kegiatan ekstrakulikuler (seperti pentasseni, kegiatan drumband, laporan karyawisata, dan ajangkarya).

4 4. Tujuh alasan atau pertimbangan yang mendasari pengelolaan majalah sekolah:
a.       Pendekatan  proses di dalam kurikulum yang berlaku saat ini akan semakin di akuieksistensinya dalam dunia pendidikan formal di Indonesia.
b.   Kegiatan penerbitan majalah sekolah yang melalui serangkaian tahap dapat berguna untuk mempertajam penalaran siswa.
c.       Majalah sekolah dapat dijadikan wadah pengembangan bidang jurnalistik dan dunia penerbitan.
d.   Majalah sekolah dapat dipakai sebagai wadah salah satu media untuk menyalurkan aspirasi siswa.
e.  Majalah sekolah digunakan sebagai media untuk mempermudah hubungan dialogis antarkomponen pendidikan.
f.       Dengan kegiatan pengelolaan majalah sekolah, terutama kegiatan yang berkaitan dengan ekstrakulikuler, yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar jam pelajaran, siswa belajar memanfaatkan waktu senggang dengan sebaik-baiknya.
g.      Pengelolaan majalah sekolah termasuk bagian dari kegiatan ekstrakulikuler.

5 5.  Arti penting majalah sekolah bagi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia adalah:
            a.    siswa dilatih menulis berbagai bentuk tulisan dengan memakai ragam bahasa Indonesia yang                          sesuai dengan rubik yang tersedia.
b.      Pada saat pengajaran pokok bahasan membaca, siswa dilatih untuk memahami bacaan-bacaan yang termuat di majalah sekolah, membedakan bacaan yang menarik dan yang tidak menarik, menyusun tanggapan secara tertulis tentang isi  bacaan yang tidak nalar, kemudian tanggapan itu dapat diterbitkan pada edisi majalah selanjutnya
c.       Majalah sekolah dapat juga dipakai sebagai sumber belajar bahasa.
d.      Siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kosakata.
e.       Dalam kaitannya dengan pokok bahasan sastra, siswa tidak hanya membaca, tetapi juga belajar mengapresiasi karya sastra sesama teman.

f.       Melatih siswa untuk terampil berbicara (dan menyimak) sesuai dengan konteks komunikasi.

Jumat, 28 Maret 2014

puisi



“!”
Oleh: puji rahayu

 Melihat, memandang!
Melihat sesuatu yang tak jelas,
Memandang sesuatu yang semu!
Berkata, bertutur!
Berkata yang tak jelas,
Bertutur yang tak bermakna!
Terseyum,tertawa!
Terseyum akan hal menyedihkan,
Tertawa akan hal menyenangkan!
Menangis,sedih!
Menangis karna terharu,
Sedih karna terluka!
Bertahan,pergi!
Bertahan untuk menyelesaikan,
Pergi untuk meninggalkan!
Maju,mundur!
Maju untuk sukses,
Mundur untuk menyerah!
Menghindar,menghadapi!
Menghindar untuk berlalu,
Menghadapi untuk tetap!
Kecewa,tersanjung!
Kecewa karna hasil tak memuaskan,
Tersanjung karna hasil terbaik!
Menerima,menolak!
Meneripa segala apa pun dengan lapang,
Menolak segalanya dengan beban!
Berhenti,berjalan!
Berhenti sampai disitu,
Berjalan sampai tujuan!
Mati, hidup!
Mati segalanya berakhir,
Hidup masih berjalan!
Ya,tidak!
Ya pilihan jawaban yang pasti untuk terus melangkah,
Tidak pilihan jawaban ragu dan berhenti!
Tak ada kata sempurna dalam hidup ini.
Tak ada kata puas dalam hidup ini sebelum semua selesai!