Belenggu Jiwa
(Cerpen karya Puji
Rahayu/A310130175)
Dia seorang gadis yang luar biasa menawan. Dia
tinggal di sebuah desa kecil yang terletak di ujung pulau. Dia tinggal bersama
neneknya. Di gubuk kecil nan sederhana tapi menenangkan. Lily nama gadis itu.
Sang neneklah yang memberikan nama tersebut. Sukma nama sang nenek. Lily dari
kecil hanya hidup bersama sang nenek. Orang tuanya sudah lama meninggal. Lily
teramat sayang kepada sang nenek. Lily kecil tumbuh menjadi gadis yang luar
biasa cantik, seperti namanya. Selain itu Lily tumbuh menjadi gadis cerdas. Tak
jauh dari desa Lily terdapat pantai yang sangat indah. Pantai itu masih
perawan. Setiap senja Lily selalu pergi kepantai. Lily cukup menempuh
perjalanan 15 menit menuju ke pantai. Lily sangat menyuakai melihat sang
penerang kembali ke rumah dan mendengarkan suara deburan lautan yang berbincang.
Lily mengabiskan waktu 15 menit di panta, lalu ia kembali pulang. Lily sangat
senang ketika kembali ke rumah, sang nenek selalu menunggunya. Nenek Sukma selalu
bertanya-tanya kepada Lily, mengapa cucunya ini selalu suka pergi ke pantai
disore hari. “karna senja adalah akhir dari siang yang indah, nek” jawab Lily. Bagi
Lily senja jauh lebih cantik dari hal apapun. Bagi Lily senja adalah ucapan
selamat malam dari orang tuanya.
Dan di pantai itulah Lily di pertemukan oleh
seseorang. Sesorang yang yang teramat menyedihkan. Lily melihat pria tersebut
di penuhi dengan kesedihan. Tanpa ragu Lily mendekati pria tersebut. “apa yang
kau lihat dari senja ini?” tanya Lily. Pria itu hanya terdiam seribu bahasa.dia
tak menghiraukan keberadaan Lily. Dia hanya menatap kosong lautan. Lily selalu
pulang setelah senja berakhir, tetapi tidak dengan pria tersebut. Dia selalu
duduk sampai dia lelah dengan apa yang dia lakukan. Begitu pun dengan hari-hari
berikutnya, tetap sama. Tak ada yang berubah, hanya Lily mendapat teman ketika
melihat sang penerang kembali ke peristirahatan. Ketika Lily beranjak untuk
kembali pria itu berkata “terimakasih untuk selama ini, karna telah terseyum
kepada ku”. Lily pun terkejut dengan ucapan pria tersebut. Lily hanya bisa
menjawab “terseyumlah, karna itu jauh lebih baik”. Lily pun meninggalkan pria
tersebut dan kembali pulang. Lily tidak akan pernah menyadari bahwa itu adalah
percakapan pertama dan sekaligus terakhir dengan pria tersebut. Karna pria
tersebut tiadak akan pernah kembali untuk melihat matahari tenggelam lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar