Rabu, 26 Oktober 2016

Tugas Individu cerpen (Manajemen Majalah Sekolah)





Belenggu Jiwa
(Cerpen karya Puji Rahayu/A310130175)

Dia seorang gadis yang luar biasa menawan. Dia tinggal di sebuah desa kecil yang terletak di ujung pulau. Dia tinggal bersama neneknya. Di gubuk kecil nan sederhana tapi menenangkan. Lily nama gadis itu. Sang neneklah yang memberikan nama tersebut. Sukma nama sang nenek. Lily dari kecil hanya hidup bersama sang nenek. Orang tuanya sudah lama meninggal. Lily teramat sayang kepada sang nenek. Lily kecil tumbuh menjadi gadis yang luar biasa cantik, seperti namanya. Selain itu Lily tumbuh menjadi gadis cerdas. Tak jauh dari desa Lily terdapat pantai yang sangat indah. Pantai itu masih perawan. Setiap senja Lily selalu pergi kepantai. Lily cukup menempuh perjalanan 15 menit menuju ke pantai. Lily sangat menyuakai melihat sang penerang kembali ke rumah dan mendengarkan suara deburan lautan yang berbincang. Lily mengabiskan waktu 15 menit di panta, lalu ia kembali pulang. Lily sangat senang ketika kembali ke rumah, sang nenek selalu menunggunya. Nenek Sukma selalu bertanya-tanya kepada Lily, mengapa cucunya ini selalu suka pergi ke pantai disore hari. “karna senja adalah akhir dari siang yang indah, nek” jawab Lily. Bagi Lily senja jauh lebih cantik dari hal apapun. Bagi Lily senja adalah ucapan selamat malam dari orang tuanya.
Dan di pantai itulah Lily di pertemukan oleh seseorang. Sesorang yang yang teramat menyedihkan. Lily melihat pria tersebut di penuhi dengan kesedihan. Tanpa ragu Lily mendekati pria tersebut. “apa yang kau lihat dari senja ini?” tanya Lily. Pria itu hanya terdiam seribu bahasa.dia tak menghiraukan keberadaan Lily. Dia hanya menatap kosong lautan. Lily selalu pulang setelah senja berakhir, tetapi tidak dengan pria tersebut. Dia selalu duduk sampai dia lelah dengan apa yang dia lakukan. Begitu pun dengan hari-hari berikutnya, tetap sama. Tak ada yang berubah, hanya Lily mendapat teman ketika melihat sang penerang kembali ke peristirahatan. Ketika Lily beranjak untuk kembali pria itu berkata “terimakasih untuk selama ini, karna telah terseyum kepada ku”. Lily pun terkejut dengan ucapan pria tersebut. Lily hanya bisa menjawab “terseyumlah, karna itu jauh lebih baik”. Lily pun meninggalkan pria tersebut dan kembali pulang. Lily tidak akan pernah menyadari bahwa itu adalah percakapan pertama dan sekaligus terakhir dengan pria tersebut. Karna pria tersebut tiadak akan pernah kembali untuk melihat matahari tenggelam lagi.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar