Rabu, 26 Oktober 2016

Tugas Individu Esay (Manejemen Majalah Sekolah)

Bahasa dan Negeri ku Terjajah (esai karya Puji Rahayu/A310130175)


Kita tinggal di Indonesia. Bahasa nasional yang di gunakan tentu bahasa Indonesia. Budayanya pun terkenal ramah tamah, sopan santun. Gotong royong salah satu cermin budaya Indonesia. Terdapat ragam budaya dari Sabang sampai Merauke. Banyak warga negara asing yang jatuh cinta dengan Indonesia. Bahkan bahasa Indonesia pun mulai di pelajari di luar negeri. Tak hanya bahasa, budayanya pun mulai dipelajari, salah satunya wayang. Tapi, bagaimana di Indonesia sendiri? Bagaimana dengan penerus bangsanya? Miris. Mungkin itu yang terlintas. Banyak kaum muda yang berlomba mengikuti tren kebarat-baratan. Sehingga sedikit demi sedikit budaya timur mulai terkikis oleh arus modern. Dapat dilihat dari tanyangan televisi yang ada saat ini, seperti “Anak Jalanan”. Tanyangan yang seharusnya tidak layak untuk di tonton malah mendapat apresiasi. Tanyangan yang melenceng dari norma-norma pun hanya di abaikan saja. Itu sudah merupakan salah satu penjajahan secara perlahan sejak dini. Mestinya sebagai penikmat hiburan, penonton dapat memilih tontotan yang layak ditonton dan tidak layak untuk ditonton, untuk menghindari pembodohan dini. Selain itu, bahasa anak muda sekarang, bukan bahasa Indonesia yang baik, melainkan bahasa alay. Bahasa yangtidak jelas tetapi mereka bangga menggunakannya. Selain bahasa alay, bahasa yang dibanggakan adalah bahasa Inggris. Memang tidak ada yang salah dengan bahasa Inggris. Kaum muda sekarang terutama Indonesia, mereka bangga bicara dengan bahasa asing daripada bahasa nasional mereka. Mereka mengganggap ketika mereka bicara dengan bahasa Inggris mereka terlihat keren. Tapi sebenarnya itu adalah hal memalukan. Kenapa? Ketika mereka belum pandai dengan bahasa Indonesia mereka malah sibuk belajar bahasa asing. Seharusnya mereka harus mempelajari bahasa Indonesia dengan benar terlebih dahulu barulah merka belajar bahasa asing. Hal itu juga dapat menjadi salah satu penjajahan sejak dini. Penjajahan lewat bahasa. Harusnya kaum muda sekarang harus lebih peduli akan hal tersebut. Tidak hanya kaum muda, tapi seluruh elemen masyarakat. Agar penjajajahan tersebut terhindarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar